Minggu, 12 September 2010

BIOGRAFI IWAN FALS

Aku lahir tanggal 3 September 1961. Kata ibuku, ketika aku berumur bulanan, setiap kali mendengar suara adzan maghrib aku selalu menangis. Aku nggak tau kenapa sampai sekarang pun aku masih gambang menangis. Biar begini-begini, aku orangnya lembut dan gampang tersentuh. Sebagai contoh, menyaksikan berita di televisi yang memberitakan ada orang sukses lalu medapatkan penghargaan atas prestasinya, aku pun bisa menangis. Melihat seorang ibu yang menunjukkan cinta kasihnya pada anaknya, juga bisa membuat aku tersentuh dan lalu menangis.

Bicara perjalanan karir musikku, dimulai ketika aku aktif ngamen di Bandung. Aku mulai ngamen ketika berumur 13 tahun. Waktu itu aku masih SMP. Aku belajar main gitar dari teman-teman nongkrongku. Kalau mereka main gitar aku suka memperhatikan. Tapi mau nanya malu. Suatu hari aku nekat memainkan gitar itu. Tapi malah senarnya putus. Aku dimarahi.

Sejak saat itu, gitar seperti terekam kuat dalam ingatanku. Kejadian itu begitu membekas dalam ingatanku.

Dulu aku pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan. Kebetulan di sana ada saudara orang tuaku yang nggak punya anak. Karena tinggal di negeri orang, aku merasakan sangat membutuhkan hiburan. Hiburan satu-satunya bagiku adalah gitar yang kubawa dari Indonesia. Saat itu ada dua lagu yang selalu aku mainkan, yaitu Sepasang Mata Bola dan Waiya.

Waktu pulang dari Jeddah pas musim Haji. Kalau di pesawat orang-orang pada bawa air zam-zam, aku cuma menenteng gitar kesayanganku. Dalam perjalanan dalam pesawat dari Jeddah ke Indonesia, pengetahuan gitarku bertambah. Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, membuat seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiriku dan meminjam gitarku. Tapi begitu baru akan memainkan, pramugari itu heran. Soalnya suara gitarku fals. "Kok kayak gini steman-nya?" tanyanya. Waktu itu, meski sudah bisa sedikit-sedikit aku memang belum bisa nyetem gitar. Setelah membetulkan gitarku, pramugari itu lalu mengajariku memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan.

Waktu sekolah di SMP 5 Bandung aku juga punya pengalaman menarik dengan gitar. Suatu ketika, seorang guruku menanyakan apakah ada yang bisa memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tapi karena ada anak perempuan yang jago memainkan gitar, aku menawarkan diri. "Gengsi dong," pikirku waktu itu. Maka jadilah aku pemain gitar di vokal grup sekolahku.

Kegandrunganku pada gitar terus berlanjut. Saat itu teman-teman mainku juga suka memainkan gitar. Biasanya mereka memainkan lagu-lagu Rolling Stones. Melihat teman-temanku jago main gitar, aku jadi iri sendiri. Aku ingin main gitar seperti mereka. Daripada nggak diterima di pergaulan, sementara aku nggak bisa memainkan lagu-lagu Rolling Stones, aku nekat memainkan laguku sendiri. Biar jelek-jelek, yang penting lagu ciptaanku sendiri, pikirku.

Untuk menarik perhatian teman-temanku, aku membuat lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, merusak lagu orang. Mulailah teman-temanku pada ketawa mendengarkan laguku.

Setelah merasa bisa bikin lagu, apalagi bisa bikin orang tertawa, timbul keinginan untuk mencari pendengar lebih banyak. Kalau ada hajatan, kawinan, atau sunatan, aku datang untuk menyanyi. Dulu manajernya Engkos, yang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, dia selalu tahu kalau ada orang yang punya hajatan.

Di SMP aku sudah merasakan betapa pengaruh musik begitu kuat. Mungkin karena aku nggak punya uang, nggak dikasih kendaraan dari orang tua untuk jalan-jalan, akhirnya perhatianku lebih banyak tercurah pada gitar. Sekolahku mulai nggak benar. Sering bolos, lalu pindah sekolah.

Aku merasakan gitar bisa menjawab kesepianku. Apalagi ketika sudah merasa bisa bikin lagu, dapat duit dari ngamen, mulailah aku sombong. Tetapi sesungguhnya semuanya itu kulakukan untuk mencari teman, agar diterima dalam pergaulan.

Suatu ketika ada orang datang ke Bandung dari Jakarta. Waktu itu aku baru sadar kalau ternyata lagu yang kuciptakan sudah terkenal di Jakarta. Maksudku sudah banyak anak muda yang memainkan laguku itu. Malah katanya ada yang mengakui lagu ciptaanku.

Sebelum orang Jakarta yang punya kenalan produser itu datang ke Bandung, aku sebetulnya sudah pernah rekaman di Radio 8 EH. Aku bikin lagu lalu diputar di radio itu. Tapi radio itu kemudian dibredel.

Setelah kedatangan orang Jakarta itu, atas anjuran teman-temanku, aku pergi ke Jakarta. Waktu itu aku masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Sebelum ke Jakarta aku menjual sepeda motorku untuk membuat master. Aku tidak sendirian. Aku bersama teman-teman dari Bandung: Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul.

Kami lalu rekaman. Ternyata kasetnya tidak laku. Ya, sudah, aku ngamen lagi, kadang-kadang ikut festival. Setelah dapat juara di festival musik country , aku ikut festival lagu humor. Kebetulan dapat nomor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum) lagu-lagu humorku lalu direkam, diproduseri Handoko. Nama perusahaannya ABC Records. Aku rekaman ramai-ramai, sama Pepeng (kini pembawa acara kuis Jari-jari, jadi MC, dll), Krisna, dan Nana Krip. Tapi rekaman ini pun tak begitu sukses. Tetap minoritas. Hanya dikonsumsi kalangan tertentu saja, seperti anak-anak muda.

Akhirnya aku rekaman di Musica Studio. Sebelum ke Musica, aku sudah rekaman sekitar 4 sampai 5 album. Setelah rekaman di Musica itu, musikku mulai digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani Willy Soemantri.

Nama asli: Virgiawan Listanto
Nama populer: Iwan Fals
Nama panggilan: Tanto
Tempat tgl. lahir: Jakarta, 3 September 1961
Alamat sekarang: Jl. Desa Leuwinanggung No. 19 Cimanggis,
Bogor Jawa Barat - Indonesia

Pendidikan:
SMP 5 Bandung,
SMAK BPK Bandung,
STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP),
Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Orang tua: Lies (ibu), alm. Sutopo (ayah)
Isteri: Rosanna (Mbak Yos)
Anak:
Galang Rambu Anarki (almarhum)
Anissa Cikal Rambu Basae
Rayya Rambu Robbani

Hobi: sepakbola, karate

Rabu, 14 Juli 2010

Spanyol Peringkat Satu Rangking FIFA

Spanyol menggusur Brasil dengan menduduki peringkat satu dunia. Berdasarkan rilis terbaru dari ranking dunia FIFA, Spanyol menempati posisi teratas setelah menjadi juara dunia dengan
mengalahkan Belanda 1-0 di pertandingan final Piala Dunia 2010.

Sementara, Belanda yang menjadi runner up juga naik ke peringkat dua. Sebaliknya, Brasil yang hanya mampu bertahan sampai perempat-final setelah disingkirkan Belanda turun ke posisi tiga.

Uruguay mengalami kenaikan tertinggi dengan menduduki peringkat enam. Ini merupakan posisi tertinggi yang pernah dicapai Uruguay setelah secara mengejutkan menembus semi-final. Mereka melonjak sampai sepuluh tingkat.

Namun, Selandia Baru menjadi tim yang mengalami kenaikan tertinggi. Meski gagal lolos dari babak penyisihan, namun mereka mencatat rekor tak pernah kalah di Piala Dunia. Sukses itu menjadikan The All Whites menempati peringkat 54. Sebelumnya, Selandia Baru hanya menduduki peringkat 78.

Inggris yang terpuruk di Piala Dunia di luar dugaan juga mengalami kenaikan peringkat. Meski hanya mampu melaju sampai 16 besar sebelum dibantai Jerman 4-1, namun The Three Lions tetap naik satu tingkat dengan menduduki posisi tujuh.

Sebaliknya, Italia harus terlempar dari sepuluh besar. Juara Dunia 2006 yang tersingkir di babak penyisihan ini menduduki posisi 11 setelah sebelumnya nangkring di posisi lima.

Lebih parah lagi Prancis yang juga gagal lolos ke babak knock out harus menerima kenyataan melorot ke posisi 21.

Kejayaan 4-2-3-1 dan Matinya 4-4-2

Piala Dunia 2010 memunculkan fenomena baru dalam sepak bola. Skema 4-2-3-1 kini menjadi raja dan mematikan formasi konvensional 4-4-2.

Selama putaran final turnamen ini, formasi lima pemain tengah menjadi pilihan banyak tim di fase gugur. Setidaknya tiga dari empat semifinalis memakai skema tersebut. Taktik ini bisa sangat lentur karena sewaktu-waktu bisa berubah menjadi 4-5-1 untuk meredam lawan, tapi juga bisa berubah menjadi 4-3-3 untuk menyuntikkan serangan.

Kecenderungan menggunakan dua gelandang bertahan tersebut sedikit banyak terinspirasi oleh kekuatan Inter Milan musim lalu. Inter menjadi jawara Eropa dengan memainkan Thiago Motta dan Esteban Cambiasso sebagai gelandang jangkar yang berperan merusak permainan lawan. Demi taktik ini, Pelatih Jose Mourinho rela mengubah striker Samuel Eto'o menjadi winger yang kadang menjelajah sampai ke belakang.

Setidaknya ada tiga tim yang memakai formasi 4-2-3-1 ini di semifinal kali ini. Contoh paling nyata adalah Jerman. Sejak awal, Pelatih Joachim Loew begitu percaya diri mengedepankan skema ini bersama pemain-pemain mudanya. Miroslav Klose sangat dimanjakan oleh pergerakan Lukas Podolski, Mesut Oezil, dan Thomas Mueller. Di belakangnya, Sami Khedira dan Bastian Schweinsteiger bertindak sebagai gelandang bertahan.

Yang perlu dicatat dari penampilan Jerman ini adalah sikap mereka yang reaktif terhadap permainan lawan. "Der Panzer" seolah hanya menunggu kesempatan menyerang balik karena trio Podolski, Oezil, dan Mueller sangat efektif saat merangsek musuh. Ketika barisan penyerang mulai macet, gelandang bisa membantu memecah kebuntuan seperti dilakukan Schweinsteiger saat melawan Argentina.

Jerman sungguh apes karena di semifinal mereka menghadapi musuh alot, Spanyol. Di laga inilah, Spanyol yang tadinya memainkan Fernando Torres dan David Villa dengan pola 4-4-2 justru berubah meniru Jerman dengan 4-2-3-1. Hilangnya Fernando Torres dari daftar starter membuat Villa menjadi target man.

Spanyol dengan gaya tiki taka ala Barcelona tidak kaku menerapkan formasi lima pemain tengah ini. Xavi Hernandez dapat tetap di belakang, sementara Andres Iniesta dan Pedro Rodriguez lebih ke depan dan membentuk skema 4-2-1-3, hampir mirip dengan 4-3-3 milik Barcelona.

Satu hal yang menjadi kekurangan Spanyol adalah sedikitnya jumlah gol yang mereka koleksi. Akan tetapi, Spanyol pun beruntung karena prioritas ball possession yang mereka mainkan membuat lawan sulit pula mendapatkan gol. Pada akhirnya, kesabaran Spanyol mengocok posisi lawan bisa menimbulkan celah di pertahanan seperti ketika menghadapi Jerman dan Belanda.

Belanda juga memakai dua pemain bertahan sebagai penyambung lini belakang dan bertahan. Tugas itu diserahkan kepada kapten Bayern Muenchen, Mark van Bommel, dan gelandang Manchester City, Nigel De Jong. Dirk Kuyt, Wesley Sneijder, dan Arjen Robben memilih berada di belakang Robin van Persie.

Sayangnya, "De Oranje" tidak berani memainkan sepak bola menyerang ala total football seperti yang diperagakan Johan Cruyff dkk di era 1970-an. Pelatih Bert van Marwijk lebih suka memakai gaya pragmatis yang disebutnya "bermain jelek".

Selain mereka, hampir semua benua memiliki tim dengan formasi ini. Ghana memampatkan lima gelandangnya di lapangan tengah untuk menyongkong Asamoah Gyan sebagai satu-satunya striker. Asia juga mengejawantahkannya dalam diri Jepang. Dari Amerika Selatan, Brasil dan Argentina juga menggunakan taktik ini.

Bagaimana dengan pola 4-4-2? Dua tim yang cinta mati dengan formasi ini adalah Inggris. Italia juga sempat memakai cara ini, tapi tetap tak bisa menaklukkan Selandia Baru. Yang cukup beruntung dengan formasi ini adalah Uruguay, yang akhirnya menempati peringkat keempat.

Sabtu, 10 Juli 2010

Manchester City Tawarkan Rp 274 Miliar untuk Drogba

TEMPO Interaktif, Manchester - Manchester City menyodorkan tawaran 20 juta poundsterling (Rp 274 miliar) untuk menggaet penyerang Chelsea Didier Drogba.

Manajer Manchester City Roberto Mancini dikenal sebagai penggemar ujung tombak asal Pantai Gading tersebut.

Drogba, 32 tahun, sebelumnya mengaku membuka kemungkinan untuk pindah dari Chelsea. Seorang sumber The Sun mengatakan, “Chelsea akan memutuskan apakah mereka akan mempertahankannya. Tawaran City sangat menggiurkan jika melihat usia Didier saat ini.”

Drogba akan mengantongi 18 juta poundsterling (Rp 246 miliar) untuk tiga tahun jika setuju pindah ke Eastlands.

Drogba mengemas Sepatu Emas setelah mencetak 29 gol Liga Primer Inggris musim lalu. Ia pun membawa Chelsea menjuarai Liga Primer Inggris dan Piala FA.

Drogba masih memiliki dua tahun sisa kontrak di Stamford Bridge. Jika Drogba hengkang, Chelsea diperkirakan memboyong penyerang Liverpool Fernando Torres.

Musim panas ini Manchester City sudah menggelontorkan 60 juta poundsterling (Rp 823 miliar) untuk mendapatkan David Silva, Jerome Boateng, dan Yaya Toure. Mancini juga mengincar bek Lazio Aleksander Kolarov.

Chelsea Mundur dari Perburuan Kaka

London: Manajer Chelsea Carlo Ancelotti membenarkan spekulasi yang menyatakan dirinya ingin merekrut Kaka dari Real Madrid. Akan tetapi, Chelsea kemudianmundur teratur karena peluangnya begitu kecil.

Ancelotti mengaku, masih membina hubungan baik dengan Kaka. Ia dengan senang hati menyambut mantan pemainnya di AC Milan tersebut di klub pemegang titel Liga Premier dan FA Cup. Tapi sayangnya, “Kaka tidak akan ke Chelsea. Real Madrid tidak berniat menjualnya. Alasan lainnya karena rencana itu akan menyedot dana besar,” aku Ancelotti.

Kondisi keuangan di Chelsea menuntut Ancelotti harus pintar-pintar menyiasati rencana pembelian pemain. Lagi pula, manajer berkebangsaan Italia itu harus mengevaluasi kekuatan skuadnya terlebih dahulu setelah Piala Dunia 2010 usai.

Mengenai rumor untuk menggaet striker Barcelona Zlatan Ibrahimovic, Ancelotti menampiknya. Tidak ada rencana untuk merekrut Ibra, sapaannya, karena Ancelotti masih mengandalkan Didier Drogba. “Mengapa harus mencari striker baru jika memiliki Drogba yang melesakkan 37 gol dalam semusim?” tanya Ancelotti.

Chelsea termasuk satu di antara mayoritas klub-klub Inggris yang barhati-hati dalam mengeluarkan dana besar untuk membeli pemain. Masalah keuangan telah merongrong stabilitas tim dalam dua tahun terakhir. Lihat saja prestasi Liverpool yang jeblok musim lalu, tidak lolos Liga Champions. Satu yang mengkhawatirkan Ancelotti yakni sepak terjang Manchester City yang tetap aktif menghamburkan uang mereka.(DIM/Goal)

Prediksi final Beckham

Final ini tampaknya laga yang menjanjikan. Dua tim negara yang dikenal dengan sepak bola hebatnya, dan keduanya belum pernah menjadi juara di Piala dunia. Melihat semua tim yang berlaga di turnamen, dua tim ini memang sudah menyuguhkan sepak bola paling atraktif. Mereka layak beradu di final.

Belanda. Bicara sejarah, mereka selalu hebat dalam menyerang. Lihat Cruyff dan van Basten. Kali ini pun ada para pemenang tanding seperti Robben, van Persie dan Sneijder. Dari segi permainan defensif, mereka bertahan sangat solid. Semua pemain bekerja keras untuk tim.

Saya perkirakan Spanyol, sang juara Eropa, akan banyak menguasai bola. Xavi, Iniesta dan Alonso sangatlah penting di tengah lapangan dan mereka memelihara penguasaan bola, mengambil operan, dengan mudahnya. Saya terkesan dengan pertahanan mereka di turnamen ini. Mereka berkualitas di semua lini. David Villa tak hanya ingin menjuarai Piala Dunia, tapi juga Sepatu Emas.

Saya perkirakan laga akan ketat, dan saya harap ada beberapa gol di laga final. Tampaknya ada beberapa duel yang bisa muncul di lapangan, tapi yang paling saya ingin lihat adalah Sneijder dan Xavi, dua pesepak bola terhebat dunia. Tapi memang, kadang-kadang, yang tak dikira-kira justru muncul sebagai pemenang.

Laga final bakal mewujud jadi pertandingan menarik, dan mungkin juga akan butuh sedikit keberuntungan untuk memutuskan siapa pemenangnya. Saya ingin melihat Spanyol menang, sebab saya punya banyak kenangan menyenangkan saat tinggal di sana dan saya tahu betapa penting hal itu bagi negeri tersebut. Saya punya banyak teman di sana yang bakal sangat senang membawa pulang trofi untuk pertama kalinya. Anak-anak saya juga minta kaus Spanyol untuk dipakai menonton final nanti, jadi saya tahu siapa yang akan mereka dukung.

Selama bertahun-tahun, mereka bermain di Piala Dunia tidak dengan tingkatan bakat sesungguhnya. Tapi kali ini, Spanyol tampaknya bisa menjadi juara, tapi bakal sangat ketat.

Kamis, 08 Juli 2010

LONDON - Pamor Kaka dan Fernando Torres mungkin kurang bersinar di Piala Dunia (PD) 2010. Meski begitu, dua pemain tersebut masih punya nilai jual tinggi. Buktinya, ada klub yang siap merogoh anggaran besar untuk mendapatkan dua pemain tersebut.

Klub itu adalah Chelsea. Menurut laporan The People, Chelsea menyiapkan bujet 100 juta euro atau sekitar Rp 1,14 triliun. Peluang The Blues - julukan Chelsea - mendapatkan kedua pemain itu memang terbuka. Di Real Madrid, Kaka tidak selalu menjadi starter. Nah, keberadaan pelatih Carlo Ancelotti di Chelsea menjadi daya tarik bagi Kaka untuk meninggalkan Real. Kaka dan Ancelotti pernah bersama di AC Milan.

Chelsea memang gencar berburu amunisi baru, terutama untuk lini tengah. Hal itu seiring dengan rencana mereka melepas tiga gelandangnya, yaitu Michael Ballack, Joe Cole, serta Deco.

Peluang untuk menggaet Torres sendiri juga tidak kecil. Soalnya, selama dua musim di Liverpool, mantan penggawa Atletico Madrid itu tidak sekalipun mengecap gelar juara. Nah, perginya pelatih asal Spanyol, Rafael Benitez, juga disebut-sebut makin membuat Torres tak betah di Anfield, markas Liverpool. Belum lagi masalah non-teknis berupa krisis finansial yang menghantam The Reds - julukan Liverpool.

Kaka dan Torres dikabarkan ditawar dengan harga sama: 50 juta euro. "Saat ini fokus saya hanya Piala Dunia. Saya tidak ingin berpikir tentang hal lain. Yang pasti, saya bahagia bersama Liverpool," komentar Torres pula, seperti dilansir Daily Mail. (ali/ca)